Ramadhan

Membuka Rumah Makan di Siang Ramadhan

Pertanyaan:

Saya seorang pengusaha rumah makan, sekalipun rumah makannya tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlalu kecil. Kebetulan letaknya juga cukup strategis, sehingga alhamdulillah setiap hari selalu ada pembeli. Pada siang hari Ramadlan, rumah makan saya buka terus dengan niat mencari rizki. Dalam benak saya, yang penting saya dan keluarga berpuasa. Perkara orang lain tidak puasa dan makan di rumah makan saya, itu urusan mereka masing-masing. Tetapi sekarang ini timbul kebimbangan dalam diri saya. Hal ini bermula pada bulan Syawal 1416 H lalu saya kedatangan teman lama yang bersilaturahmi dan menasihati agar saya pada bulan Ramadlan yang akan datang tidak berjualan lagi di siang hari, dosa hukumnya kata dia. Oleh karena itu, saya bertanya apakah yang dikatakan teman saya itu betul? (Suganda, Bandung)

Jawaban:

Orang Islam selain diperintahkan berpuasa di bulan Ramadlan, juga diperintahkan untuk membantu orang lain agar bisa menjalankan puasanya dengan baik. Dalam hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dari sahabat Salman ra disebutkan bahwa pada hari terakhir bulan Sya’ban, Nabi berkhotbah memberikan pengajaran kepada para sahabat mengenai hal-hal apa yang harus/bisa dilakukan pada bulan Ramadlan. Di antaranya beliau mengatakan:

…مَن خفَّفَ عن مَملوكِهِ فيهِ غفرَ اللهُ لهُ وأعتقَهُ منَ النَّارِ … ( رواه ابن خزيمة )

“…..barangsiapa meringankan beban para hambanya (pembantu rumah tangga), Allah akan mengampuni dosanya dan membebaskan dia dari siksa neraka…..”

Kita tahu bahwa pekerjaan hamba sahaya, termasuk pembantu rumah tangga adalah cukup berat. Sementara merekapun sama-sama punya kewajiban berpuasa. Oleh karena itu, sekalipun tugas/pekerjaan tersebut merupakan kewajiban mereka namun Nabi menghimbau agar Tuan dan Nyonya bisa meringankan beban mereka pada bulan Ramadlan. Maksudnya jelas, agar mereka tidak terlalu lelah sehingga mereka bisa berpuasa dengan baik. Tuan dan Nyonya atau majikan yang mampu meringankan tugas para pembantu di bulan Ramadlan, ia akan mendapat kebaikan, sampai-sampai Nabi mengatakan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan dibebaskan dari siksa neraka.

Termasuk dalam kriteria membantu orang lain bisa berpuasa dengan baik dan tenang adalah tidak menggoda mereka untuk tidak berpuasa, umpama membuat orang yang berpuasa menjadi tergiur karena melihat makanan yang terhidang di rumah makan. Oleh karena itu, walaupun dengan dalih mencari rizki tetapi kalau mempunyai niatan agar orang-orang tidak berpuasa dan makan di rumah makan yang dikelola, karena umumnya pada siang Ramadlan banyak yang tutup jelas ini perbuatan dosa. Sekalipun sebenarnya tidak mempunyai niatan agar orang-orang tidak berpuasa, akan tetapi apabila ternyata dengan dibukanya rumah makan di siang hari Ramadlan banyak mendorong orang tidak berpuasa, menurut hukum agama melalui Saddudz Dzari’ah, rumah makan harus tutup/tidak berjualan pada siang hari Ramadlan.

Saddudz Dzari’ah ialah menyumbat jalan/sarana yang mengarah kepada ketidakbaikan atau kerusakan. Puasa jelas diperintahkan, kebalikannya berarti tidak puasa adalah dilarang agama. Apabila dibukanya rumah makan pada siang hari Ramadlan merupakan sarana atau jembatan untuk tidak berpuasa sehingga larangan tidak berpuasa itu tidak berjalan dengan baik, maka sarana yang akan menggoyahkan berjalannya larangan itu harus juga dilarang. Atas dasar ini, maka seharusnya rumah makan tidak berjualan di siang hari Ramadlan.

Pemerintah sendiri memerintahkan untuk menghormati orang yang berpuasa. Artinya, apabila seseorang tidak berpuasa maka janganlah mengganggu dengan mendemontrasikan ketidakpuasaannya di depan orang yang berpuasa. Apabila pemilik rumah makan khawatir kehilangan rizki Allah pada bulan Ramadlan, bisa saja rizki itu dicari dengan mengalihkan waktu berjualan dari siang hari menjadi sore hari dan malam hari guna mempersiapkan dan menyediakan makanan bagi orang yang akan berbuka dan makan sahur. Niat yang tulus untuk tidak berjualan di siang hari Ramadlan sangat kami dukung. Semoga berhasil.

Baca juga:  Puasa untuk Penderita Diabetes

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button