Pertanyaan:
Bagaimanakah lafal takbir Hari Raya?
Penanya:
Wakidjo Az./ Agen SM No. 025, NBM. 494 220, Lampung (disidangkan pada hari Jumat, 7 Rabiulakhir 1427 H/5 Mei 2006 M)
Jawaban:
Mengenai lafal takbir hari raya, sebagaimana diputuskan dalam Muktamar Tarjih XX, yang berlangsung tanggal 18 s.d. 23 Rabiulakhir 1396 H, bertepatan dengan tanggal 18 s.d. 23 April 1976 di Kota Garut Jawa Barat, yang selanjutnya telah ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan surat Nomor: C/1-0/75/77 tertanggal 5 Safar 1397 H bertepatan dengan tanggal 26 Januari 1977, adalah:
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Keputusan ini berdasarkan dalil:
عَنْ سَلْمَانَ قَالَ: كَبِّرُوا اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَجَاءَ عَنْ عُمَرَ وَابْنِ مَسْعُودٍ: اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ.
“Dari Salman [diriwayatkan] bahwa ia berkata: bertakbirlah dengan Allaahu akbar, Allaahu akbar kabiiraa. Dan diriwayatkan dari Umar dan Ibnu Mas’ud: Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd [HR Abdul Razzaaq, dengan sanad sahih]
*SM, No. 22 tahun ke-91/2006
*Tanya Jawab Agama 9, hlm.143-144