Akidah

Isi Buku “Nur Muhammad dan Berita dari Alam Ghaib”

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Dengan ini saya mohon penjelasan; apakah berdasar dalil yang kuat, tentang keterangan yang dimuat di dalam sebuah buku berjudul: NUR MUHAMMAD DAN BERITA DARI ALAM GHAIB yang ditulis oleh Aqil bil-Qisti, penerbit TIGA DUA, Surabaya.

Dalam Bab III berjudul Proses Penciptaan Makhluk, diterangkan bahwa Allah menciptakan sebuah pohon Yakin yang mempunyai empat cabang. Kemudian Allah menciptakan Nur Muhammad dari sebuah intan putih serupa burung merak, lalu burung merak itu membaca tasbih selama 70.000 tahun. Kemudian Allah menciptakan cermin kehidupan dan diletakkan di depan burung merak, lalu burung merak menatap cermin tersebut. Burung merak itu lalu merasa malu dan meneteskan keringat enam tetes; dari tetes pertama Allah menciptakan Abu Bakar, tetes kedua Umar bin Khathab, tetes ketiga Usman bin Affan, tetes keempat Ali bin Abi Thalib, tetes kelima bunga mawar dan tetes keenam padi.

Pada halaman selanjutnya diterangkan bahwa adanya semua makhluk berasal dari Nur Muhammad, sampai Nabi Adam pun di dahinya ada Nur Muhammad.

Untuk itu, kepada Majelis Tarjih mohon penjelasannya.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Penanya:
Yusuf Shalihin, Cirebon
(disidangkan pada hari Jum’at, 21 Rabiul Akhir 1427 H / 19 Mei 2006 M)

Jawaban:

Buku yang saudara baca memang ada dan sudah beredar di kalangan umum, mungkin juga sudah banyak orang yang membacanya. Kami pun pernah membaca buku semacam itu beberapa tahun yang lalu, sekalipun tidak tamat membacanya. Kalau ditanya apakah ada sumber yang shahih, kami sangat sulit mencarinya.

Sekalipun demikian, kami tetap berpegang teguh pada sumber pokok syari’ah Islam, yaitu al-Quran dan as-Sunnah al-Maqbulah. Jika cerita tersebut sesuai dengan al-Quran atau as-Sunnah al-Maqbulah, maka dapat diterima, tetapi jika bertentangan dengan al-Quran atau as-Sunnah al-Maqbulah, maka tidak dapat diterima.

Baca juga:  Pengertian dan Hukum Taklid

Untuk itu, di bawah ini kami kutipkan beberapa ayat al-Quran yang ada kaitannya dengan penciptaan manusia:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

1. “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia.” [QS. Ali Imran, 3: 59].

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلاً وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ

2. “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang dia sendirilah mengetahuinya), Kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” [QS. Al-An’am, 6: 2].

قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلاً

3. “Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” [QS. Al-Kahfi, 18: 37].

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ

4. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.” [QS. Ar-Rum, 30: 20].

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخاً وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّى مِن قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلاً مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

5. “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” [QS. al-Mu’min, 40: 67].

Baca juga:  Pandangan Muhammadiyah Tentang LDII

أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاء مَّهِينٍ. فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ. إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ.

6. “Bukankah kami menciptakan kamu dari air yang hina (air mani)? Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan.” [QS. Al-Mursalat, 77: 20-22].

Penjelasan:

Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah, kemudian dari nutfah, termasuk juga para khalifah yang empat; Abu Bakr bin Abi Qahafah ra, Umar bin Khathab ra, Usman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu Penjelasan tersebut diungkapkan pula pada ayat-ayat lainnya, seperti: an-Nisa (4): 1, an-Nahl (16): 4, an-Nur (24): 45, al-Furqon (25): 54, ar-Rahman (55): 14 dan 15, al-Qiyamah (75): 38, al-Alaq (96): 2, al-Isra’ (17): 61, al-A’raf (7): 12, Shad (38): 76, al-Hijr (15): 33, Fathir, (35): 11, al-Mu’minun (23): 12 dan 14, al-Insan (76): 2, Yasin (36): 77, ash-Shaffat (37): 11, as-Sajdah (32): 7, ath-Thariq (86): 6, dan al-Hijr (15): 28.

Karena al-Quran adalah sumber pokok yang wajib diyakini kebenarannya, maka kami berpendapat bahwa apa yang dijelaskan oleh al-Quran itulah yang benar, sedang apa yang diberitakan oleh buku yang saudara baca itu tidak benar.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah No.23, 2006.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button